Baru 5 hari keberadaan kita ada (lagi) di rumah Serang.
Mungkin pindahan itu biasa saja jika tidak harus mengurus anak usia 5thn 7bulan yang TIDAK mau sekolah.
Hari ke - 1 : Pagi pagi begitu antusias ma mandi dan sekolah. Lengkap dengan baju dan tas nya. Mama senang, amih dan aku pun ikut nganter. Mengunjungi TK Khalifah pada pukul 09.30. Ketika sampai disana, ternyata muridnya hanya 12 orang dan hanya 2 orang perempuannya.
Seperti biasa ziva malu-malu. Lalu biasa mau ikut mewarnai. Tetapi ketika dia antri untuk wudhu seseorang menjaili dia, nangislah. Lebay sih, tapi ya begitulah kenyataannya. Sebenarnya bukan karena dijaili nya, tapi dia mulai ngga nyaman ngga mau disana.
Akhirnya pulanglah kita
Hari ke - 2 : Papa ngga masuk kerja, sengaja membujuk ziva mau lihat sekolah lain yang siapa tau, zivanya minat. Pukul 09.30 kita berangkat ke TK IT WALADUN SHOLIH di Ciruas.
Awal berangkat dia happy, kitapun berjalan. Ternyata dari pinggir jalan ke sekolah ini jaraknya sekitar 500meter. Hwaaa sambil gendong El gimana ngga gempor tuh.
Sampai di Sekolah, yang kita lihat reaksinya ziva. Dia meluk erat bahkan yang reaksinya happy adalah ade. Dia teriak dan joget joget. Saya berbicara.dengan salah satu guru, dan katanya belum bisa memutuskan seandainya kita mau daftar. Maka, kitapun pulang lagi.
Ketika ditanya, "Mau ngga di sekolah ini?"
Jawabnya : "NGGA!"
(Ya Allah kesabaran kamipun diuji lagi)
Hari ke -3 : Sejak dari hari ke 1, badan sudah ngga enak. Puncaknya di hari ke-3 ini. Badan panas, melirik sakit karena kepala sangat berat. Perut bawah ke kaki sampai ke telapak sakit luar biasa. Hanya bisa tiduran hari ini. Tetapi, ziva didatangi teman-teman (tetangga seumuran ziva). Mereka mengajak ziva sekolah di dekat rumah. Hanya 100meter dari rumah. Belum ada jawaban sih, tapi akan dicoba besoknya kalau saya sudah mendingan
Hari ke - 4 : Pukul 07.00 ketika saya mau belanja saya coba datangi sekolah yang kebetulan ada Kepala Sekolahnya. Berbincang sebentar dan akhirnya saya membawa selembar formulir pendaftaran dan brosur. Sampai rumah papanya langsung ngisi form tersebut, fix ziva sekolah. Lalu meskipun belum sehat benar saya pun mandi dan memaksakan diri untuk mengantar ziva lihat sekolah yang di kompleks ini.
TK ini ruangannya kecil tetapi muridnya luar biasa banyak. Sumpek, pengap entahlah bercampur bau anak anak hihihi..
Saya menghadap bu kepala sekolah dan langsung memberi uang pendaftaran dan persyaratannya. Ziva hanya melihat sekeliling meskipun teman-temannya memanggil. Saya dilarang pulang dan harus menunggu dia. Ya Allah, berusaha sabar meskipun rasanya pengen nangis. Kenapa anak ini seperti ini sih? Ketika kegiatan dimulai tiba tiba ziva nangis tanpa sebab. Sudah kebal tanggung kesal ditahan, saya biarkan dia menangis. Akhirnya diam sendiri. Saya pikir dia akan bertahan lebih lama disana tapi ternyata tetep aja minta pulang cepat juga huaaaaa hiks hiks hiks
Sabar, cuman itu yang saya pegang. Kamipun pulang. Saya hanya bilang, "besok bangun pagi yaa.."
Dan tanpa ekspresi ziva menjawab "ngga mau"
Duh gustiiii...
Besok adalah hari ke - 5. Amih rencana pulang pagi, sudah bisa dibayangkan besok hari "riweuh" sedunia. Kaki masih sakit, masih ngilu ngilu dan entah apa obatnya karena belum periksa ke dokter.
Mudah-mudahan besok berjalan lancar, berjalan sesuai yang diharapkan.
Ziva lancar sekolah tanpa ditungguin di dalam kelas, Sakit saya hilang, pergi dan sehat selalu. Beres beres barang belum beres dan semoga segera beres.
Selamat malam, sambung lagi ceritanya besok di hari ke-5
See you..
Novi Anjarisyanti
WA 081912818783