Selasa, 28 Juli 2015

Tempe untuk pejuang ASI

Kali ini saya mau memberikan informasi tentang salah satu makanan yang membantu dalam produksi ASI

Anda pasti ga asing dengan Tempe kan?Makanan yang murah dan mudah didapat ini sangat bermanfaat untuk tubuh kita, termasuk ibu Menyusui.

Ibu menyusui memerlukan tambahan zat gizi, selain zat yang harus dikonsumsinya pada saat tidak menyusui. Zat gizi tambahan ini diperlukan untuk melanggengkan produksi ASI. Tambahan itu sebanyak rata-rata 600 kalori untuk 0 – 12 bulan, dan protein rata-rata 14 g, serta sejumlah vitamin dan mineral. Jumlah tersebut dapat mencegah penggunaan zat gizi dari jaringan tubuh secara berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan ibu.Kebutuhan energi dan protein tambahan buat ibu menyusui ini dapat dipenuhi secara murah dengan mengonsumsi sekitar 200 g makanan, yang terdiri atas 60 g tempe dan 140 g beras. Tambahan makanan itu akan menghasilkan ASI sebanyak 1 liter dengan kadar 531 kalori dan protein 12 g.
Tempe juga merangsang fungsi kekebalan tubuh terhadap E. coli, bakteri penyebab diare. Lazimnya, penyakit ini datang lantaran buruknya sanitasi lingkungan dan kurang bersihnya makanan. Untuk mengatasinya, berikan pertolongan pertama dengan memberi si sakit racikan tempe. Caranya, tempe dikukus lalu dihaluskan, kemudian dicampur dengan air tajin dan garam. Berikan racikan tempe itu berkali-kali.(berbagai sumber)

Nah, makan tempe setiap hari tentu bosan kan meskipun kandungannya zat nya bagus. Nah sesekali bolehlah bikin masakan dari tempe selain tempe goreng.

Seperti yang saya bikin ini, Orek Tempe.

Yang mau coba dengan resep saya silahkan ya comment atau inbox facebok saya :)

chat me on FB : Novi Anjarisyanti || WA/Line : 081912818783 || 

Minggu, 26 Juli 2015

Bayi Kuning

Saya mau berbagi informasi tentang bayi kuning. Ini karena ngalamin sendiri pada anak saya yang kedua. Anak pertama udah lahirannya normal alhamdulilah ga ada masalah pula. 
Tapi walaupun begitu ilmu saya jadi bertambah tentang bayi dan info seputar bayi.

Sekitar 60% terjadi pada bayi yang lahir dengan usia kandungan yang cukup dan 80% pada bayi yang lahir kurang bulan. Bayi kuning yang biasa disebut ikterus ini sebenarnya tidak selalu membahayakan. Walaupun begitu, perlu penanganan yang tepat karena jika terjadi terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan otak!

Nah istilah yang baru saya dengar dari bayi kuning ini adalah : Bilirubin

Penyakit kuning pada bayi disebabkan karena tingginya kadar bilirubin yang terkandung dalam tubuh. Kadar bilirubin meningkat apabila bilirubin yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan kadar bilirubin yang mampu dikeluarkan oleh tubuh. Jika kadar bilirubin lebih dari 5 mg/dL, hasilnya kulit dan mata bayi akan menjadi kuning.

Kuning pada bayi bukanlah suatu penyakit dan masih tergolong wajar yang disebut dengan ikterus fisiologis. Keadaan ini tidak menyakitkan untuk bayi itu sendiri, tetapi juga harus diwaspadai dan tidak dibiarkan terlalu lama karena tingginya kadar bilirubin dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang merusak otak.

Warna kuning biasa tampak pada kening dan bagian putih mata. Kemudian turun pada dada, perut, lengan dan kaki. Cara memeriksanya adalah dengan menekan pada bagian kening atau hidung bayi menggunakan satu jari. Jika kulit bayi menjadi kuning pada saat jari diangkat, kemungkinan besar kadar bilirubin bayi tinggi dan sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk masalah ini.

Bilirubin berasal dari pemecahan sel darah merah. Bilirubin ini akan diproses dalam hati menjadi bilirubin terkonjugasi yang nantinya akan dibuang melalui urine atau feses. Bilirubin yang tidak terkonjugasi akan menyebabkan bayi menjadi kuning (pantesan pup dan urinenya kuning sekali si dede el ini).

Saking penasaran say googling tentang penyebab kuning pada bayi ini, ternyata Sakit kuning pada bayi atau ikterus sebenarnya merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi 3-4 hari setelah kelahiran dan akan menghilang setelah 1-2 minggu kemudian. Tetapi ada juga bayi yang terlihat kuning sebelum 24 jam kelahirannya atau kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh. Keadaan ini disebut sebagaihiperbilirubinemia. Jika terjadi seperti itu, bayi harus segera mendapat penanganan medis. Karena bilirubin berlebih yang terdapat dalam darah dapat masuk ke dalam otak dan meninggalkan sisa permanen yang merusak.

Beberapa penyebab ikterus atau bayi kuning, antara lain:

Fungsi usus dan hati yang belum sempurna

  • Usus dan hati pada bayi baru lahir belum dapat bekerja dengan sempurna sehingga banyak bilirubin yang tidak terkonjugasi dan tidak terbuang dari tubuh. Umumnya terjadi pada minggu pertama sampai minggu ketiga setelah kelahiran. Pada beberapa kasus, bisa berlangsung lebih lama, yaitu sampai 10 minggu.

    Ditambah lagi, produksi bilirubin yang lebih banyak dibandingkan produksi pada orang dewasa. Bayi memproduksi 2-3 kali lipat bilirubin. Banyaknya bilirubin dalam tubuh yang membuat bayi menjadi kuning.
  • Kurangnya asupan makanan
  • Pada 2-3 hari pertama setelah kelahirannya, ibu belum dapat mengeluarkan susu bagi bayinya. Sehingga, bayi menjadi kuning karena kurangnya makanan. Tetapi, hal ini tidak perlu dikuatirkan karena umumnya setelah beberapa hari kemudian, ASI dapat keluar memenuhi kebutuhan bayi.
  • Memar

    Saat proses kelahirannya, seorang bayi dapat mengalami memar atau lebam. Memar merupakan darah beku yang berkumpul. Tubuh akan berupaya menyembuhkan memar ini dengan cara mennghancurkan darah yang beku tersebut, yang juga akan meningkatkan produksi bilirubin.
  • Penyakit hemolitik

    Hal ini terjadi karena golongan darah atau rhesus ibu tidak cocok dengan bayi. Akibatnya, ibu akan membentuk antibodi yang menyerang sel darah merah bayi. Sel darah merah yang terserang akan terpecah sehingga menghasilkan banyak bilirubin.
  • Kekurangan enzim G6PD

    Kurangnya enzim ini dalam tubuh menyebabkan peningkatan bilirubin. Kelainan enzim G6PD merupakan kelainan bawaan.

 Seminggu pertama ketika diketahui kuning, saya agak tenang karena pemikiran saya yang penting bayi cukup ASI dan kalau tidur aja bangunin supaya minum ASI. Tapi ternyata kadar kuning itu ga selalu berkurang dari hari ke hari bisa juga naik. Di hari ke 16 baby EL kuning ya agak kentara banget padahal sering disusuin dan dijemur. Jadi mau ga mau ke dokter lagi. Setelah dicek ternyata kadar bilirubin dalam darah baby EL adalah 8,3 masih dibawah 10. Dokter bilang AMAN. Tapi 2 hari setelah kontrol ga ada perubahan, sebagai seorang ibu agak panik juga. Jadi mau ga mau harus kontrol lagi. Ternyata malah turun menjadi 6,2. Alhamdulillah...g sia sia 2 hari ga tidur karena nyusuin bukan 2 jam sekali tapi sejam sekali! Sampe kempesss, lapar dan haus heheheheh.

Nah ternyata cara Menyembuhkan Bayi Kuning itu Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi atau tergolong ringan, tidak diperlukan terapi khusus. 

Untuk membantu proses pengeluaran bilirubin dalam tubuh, dapat dilakukan dengan cara:

  • Memberi asupan yang cukup 

    Beri asupan makanan yang cukup. Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Dengan banyaknya makanan yang masuk maka proses pembuangan urine dan feses dapat lebih lancar sehingga bilirubin terbantu kaluar dari tubuh.

    Cukup atau tidaknya pemberian asupan dapat diperhatikan dari urine dan feses. Hal yang dapat diperhatikan antara lain dari frekuensi bayi berkemih dan warna feses. Umumnya bayi buang air kecil sebanyak 5-6 kali dalam sehari dan warna feses yang berubah dari hijau tua.
  • Jemur

    Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi dapat membantu mengatasi ikterus. Sinar matahari akan membantu pemecahan bilirubin. Hanya saja, patut diperhatikan waktu dan durasi menjemur bayi. Jangan sampai kulit bayi terbakar akibat sinar matahari. Jangan sampai bayi terpapar sinar matahari secara langsung lebih dari 10 menit.

Sebaliknya, jika ikterus tergolong berat, dengan kadar bilirubin tinggi, biasanya dokter akan menganjurkan agar dilakukan terapi sinar. Bayi akan dipaparkan sinar biru khusus yang akan membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dalam urine atau feses.

Pemberian air susu ibu atau ASI merupakan salah satu cara mencegah sakit kuning pada bayi. Selain itu juga dapat menyembuhkanbayi kuning atau ikterus ringan. Jadi, jangan ragu untuk memberikan ASI pada buah hati walau pada awalnya ibu harus merasakan sakit pada payudara, tetapi hal itu sangat dibutuhkan oleh bayi. 

Naah sedikit ada pencerahan kan mengenai bayi kuning. 

Semoga bermanfaat


chat me on FB : Novi Anjarisyanti || WA/Line : 081912818783 ||


Kamis, 02 Juli 2015

Komedo

Pasti ada saatnya di mana Anda merasa sebal dengan komedo di wajah Anda. 
Mau dikeluarkan, kok rasanya sakit, ya? Tapi jika dibiarkan akan mengganggu penampilan dan membuat wajah Anda nampak tidak fresh. Sebenarnya apa sih komedo itu? Bagaimana cara menghilangkannya?

Komedo dikatakan sebagai bentuk awal dari jerawat. Banyak hal yang menyebabkan komedo muncul, tapi yang utama adalah aktifnya kelenjar minyak di kulit. Polusi dan udara yang panas adalah hal yang berperan penting dalam merangsang aktifnya kelenjar minyak tersebut. 
Karena kita tinggal di negara yang tingkat kelembabannya tinggi, maka kita ‘korban’ potensial komedo.
Komedo adalah hasil dari penumpukan minyak di kulit wajah dan sel kulit mati yang terkontaminasi dengan kotoran dan menyumbat pori-pori. Bentuknya kecil dan berwarna putih atau hitam. 
Komedo berwarna putih biasanya berada di bawah permukaan kulit, karena itu sulit dikeluarkan. Sementara yang berwarna hitam biasanya sudah muncul di atas kulit wajah, sehingga mudah dikeluarkan.
Biasanya komedo muncul di daerah dahi, hidung, dan dagu. Jika komedo berinteraksi dengan bakteri, maka muncullah jerawat. Kulit wajah yang berkomedo biasanya adalah kulit yang berpori-pori besar. Kulit jenis ini biasanya memang mudah ditumbuhi jerawat jika tidak dijaga kebersihannya.

Bagaimana cara menghilangkan komedo? Kulit wajah tiap-tiap orang berbeda dan kecocokkannya terhadap produk perawatan wajah juga berbeda-beda. Karena itu tak ada gunanya menyarankan menggunakan berbagai macam produk yang mungkin ampuh untuk orang-orang tertentu, tapi akan jadi bumerang untuk orang yang lain. Maka itu, untuk mengatasi komedo, facial adalah langkah yang paling tepat. Lakukanlah facial secara berkala, yakni paling tidak sebulan sekali untuk membersihkan komedo yang sudah muncul.

facial dapat dilakukan dirumah Cukup luangkan waktu kamu sekitar 25-30 menit
Yang harus di siapkan:
Pembersih wajah, Krim untuk pengelupasan (scrub), Air hangat dan waslap khusus wajah, Masker(tergantung jenis kulit wajah), Pelembap

1. Bersihkan Wajah
Bertujuan mengangkat semua kotoran sebagai langkah awal. Untuk kulit berminyak dan kombinasi, bersihkan dengan foaming cleanser/busa pembersih (soap-free). Untuk kulit kering, pakailah cream cleanser/susu pembersih.

2. Pengelupasan
Dengan menggunakan jari-jari tangan Anda, usapkan krim scrub membentuk gerakan sirkular pada wajah Anda. Konsentrasikan area sekitar hidung dan dahi jika kulit Anda termasuk jenis kombinasi. Basuh wajah sampai bersih mengingat butiran krim scrub cenderung mengeringkan kulit.

3. Penguapan
Isi baskom berukuran sedang dengan air hangat, celupkan waslap khusus untuk wajah, peras lembut lalu tekan-tekan wajah Anda sebanyak 2-3 kali

4. Kenakan Masker
Kulit kering disarankan untuk menggunakan masker berbentuk hydrating gel atau krim. Kenakan masker selama 10-20 menit (atau sesuai instruksi pada kemasan) dengan menghindari area sekitar mata. Bersihkan dengan air.

5. Berikan Pelembap
Langkah selanjutnya bubuhkan pelembap, namun hindari pelembap yang mengandung retinol atau asam, karena dapat mengeksfoliasi kulit secara berlebihan (over-exfoliate).


Bagaimana cara menghilangkan komedo? Kulit wajah tiap-tiap orang berbeda dan kecocokkannya terhadap produk perawatan wajah juga berbeda-beda. Karena itu tak ada gunanya menyarankan menggunakan berbagai macam produk yang mungkin ampuh untuk orang-orang tertentu, tapi akan jadi bumerang untuk orang yang lain. Maka itu, untuk mengatasi komedo, facial adalah langkah yang paling tepat. Lakukanlah facial secara berkala, yakni paling tidak sebulan sekali untuk membersihkan komedo yang sudah muncul.
Ini ada beberapa cara untuk setidaknya mencegah datangnya komedo :
1. Membersihkan wajah minimal 2x sehari.
Kalau punya aktifitas padat di luar ruangan, sering membersihkan muka.
2. Hindari berbagi kosmetik, peralatannya, dan face towel dengan orang lain.
3. Sering mengganti handuk dan sarung bantal.
4. Perbanyak minum air putih. Untuk menghilangkan toksin.
5. Hindari junk food, makanan berlemak, dan makanan pedas.
6. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang alami.

Kalo saya, saya pake produk Oriflame untuk menghilangkan si komedo ini.
Yaitu pake pure skin masker dan ecolagen resurfacing exfoliant (berfungsi sebagai peeling.

Mau coba seperti saya?
Boleeehhh bangettt

Atau mau tanya tanya tentang Oriflame?
Monggooo

chat me on FB : Novi Anjarisyanti || WA/Line : 081912818783 || 


Join ORIFLAME sekarang juga!!

Name:
Email Address:
Name Facebook/Twitter
Tempat/Tanggal Lahir
NO KTP/SIM/PASPOR
NO NPWP (Optional)
Alamat Rumah/Kantor (Untuk menerima Stater Kit dan Produk Oriflame)
No Telpon Rumah/Kantor
No HP
No Rekening
Nama Rekening
BANK
Cabang/Kota

This form powered by Freedback