Banyak orang yang meremehkan status IBU RUMAH TANGGA. Ada beberapa teman yang tahu latar belakang pendidikan dan prestasi saya di sekolah dulu, setelah bertahun-tahun tidak bertemu bertanya kepada saya, "Sekarang kerja dimana ?". Saya jawab "Kerja di Rumah." Dia berkomentar: "Masa ? Kok mau sih cuma jadi Ibu Rumah Tangga..?? ".. gubrakkkkkk
Apalagi dulu saya pernah menjabat pekerjaan dengan jabatan dan gaji yang cukup untuk hidup di daerah. Saya senang dengan dunia baru, suasana baru dan tantangan baru.
Tapi, seiring berjalannya waktu menjadi seorang wanita yang terus menikah, hamil dan mempunyai anak itu adalah pengalaman dan tantangan baru yang luar biasa. Ketika Resign, banyak yang bilang "Bodoh", kurang bersukur lah, dll
Alhamdulillah, saya bangga dengan status saya sebagai ibu rumah tangga, karena menurut saya, memang kodrat wanita adalah mengurus rumah tangga, suami dan anak-anaknya. Jika masih ada kelebihan kapasitas, silakan berbakti kepada lingkungan sekitar dan dunia kalau mampu. Tetapi tetap, kewajiban utama seorang wanita adalah mengurus rumah tangganya. Miris rasanya kerja harus pergi pagi pulang malam, dan melihat bahwa buah hatinya bertambah dekat dengan pengasuh,malam ketika anaknya bangun yang dicari adalah pengasuh dan pagi-pagi ketika berangkat anak tenang dan biasa aja ketika ayah dan ibunya pergi.
Di sisi lain, menjadi seorang ibu rumah tangga yang "bergantung" kepada suami dalam hal penghasilan, merupakan hal yang tidak saya inginkan. Walaupun bekerja di rumah, saya juga ingin punya penghasilan sebagaimana orang lain yang berkarir di kantor. Adalah cita-cita saya untuk "memberdayakan" sebanyak mungkin ibu rumah tangga seperti saya, sehingga kami bisa mandiri secara finansial, bebas membeli keperluan sendiri, bebas traktir orang tua, bebas berinvestasi, punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, dan bebas bersedekah dengan uang sendiri, bukan dengan uang suami atau warisan.
Orangtua yang cerdas tidak akan mengejar karier dan memajukan bisnis dengan melupakan anak-anaknya. Sehebat hebatnya bisnis tidak akan bertahan hingga ribuan tahun, sementara do'a dan amal saleh anak cucu akan terus mengalir hingga berakhirnya dunia ini. Orangtua yang cerdas akan mempersiapkan bisnis yang cerdas. Bisnis yang bertujuan agar waktu yang dia gunakan tidaklah sia-sia.
Bagaimana caranya agar Bisa mendidik anak dengan ilmu, sabar dan ketelatenan ibu TANPA harus menyerahkan tugas istimewa itu kepada orang lain.
Pilihan saya adalah Bisnis Jaringan. Bisnis yang modalnya terjangkau. Bisnis yang waktunya sangat flexible. Bisnis yang bisa dilakukan siapa saja termasuk sama Ibu Rumah Tangga. Bisnis yang tidak hanya Make Money tapi Look Great dan Have Fun.
Kebebasan Waktu dan Kebebasan uang.
Bisnis yang saya pilih Modalnya minim tapi kalau dijalankan dengan tekun, konsisten dan sungguh sungguh saya yakin pasti hasilnya maximal.
Syaratnya gabung di bisnis ini cukup foto/scan Ktp dan biaya daftar nya Rp. 49.000.
Dan untuk mencapai target pribadinya ga harus mencapai jutaan, cukup 100Bp atau sekitar Rp.650.000,- barang yang dipakaipun adalah barang sehari hari dengan repeat order yang cukup tinggi.
Itulah, kenapa saya sangat menyukai bisnis Jaringan ini. Dengan Perusahaa yang sudah 47tahun di dunia dan sudah 28tahun di Indonesia mengalami pasang surutnya perkembangan bisnis MLM. Perusahaan dengan visi "Your Dream Our Inspiration", telah membantu para consultannya (yang mayoritas adalah kaum Ibu)mewujudkan impiannya.
Dan saat ini mewujudkan impian saya, anak terurus tabungan saya nambah terus.
--


