Selasa, 16 September 2014

Saat subuh tiba

17 September 2014.
04.40

Alhamdulillah, Bus sampe dengan selamat meskipun selama perjalanan tak henti-hentinya berdo'a minta keselamatan. Bagaimana tidak, pak supir membawaa kendaraan dgn kecepatan tinggi sedangkan medan jalan banyak tikungan.
Ketika sampe Tasik menuju pa supir udah mengeluh sakit perut, sampe banjar seperti mengantuk, alhasil sampai sekarang sampe Pangandaran saya belum tidur!

Dan perjalan harus saya teruskan ke Cijulang dengan naik angkutan pedesaan. Penumpangnya 3orang. 1orang bapak2 rasanya kenal tapi ragu2, dan diapun nanya cuma ga jelas.

Angkutan pedesaan ini kebalikan dari bis, super lambat mungkin supaya sampai cijulang agak siang.

Hmm setiap perjalanan pulang seperti ini memang selalu meninggalkan kisah

Follow @novizivanna
pin 25A92E01
whatsaap/Line 081912818783

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Hikmah tgl 16 September 2014

Late post

Tulisan ini ditulis dalam perjalanan menuju Cijulang. Bukan untuk menjemput Ziva tapi untuk ketemu dan tinggal sementara di Cijulang bareng Ziva.

Hari ini, tgl 16 September adalah hari yang penuh hikmah. Sungguh Allah telah mengatur ini semua. Pelajaran sy untuk TIDAK MENGELUH sedang dijalani.
Hasilnya, ada arti sendiri dari ini semua.

Memang awalnya pulang ke cijulang itu maunya Selasa, tgl 16 pagi2. Suami menyarankan sore. Saya tetep ngotot pengen pagi karena udah ga sabar pengen ketemu ziva. Tp karena Jaringan internet Tri bermasalah, sy harus beresin dulu. STNK pun sekalian sy beresin perpanjang dulu. Segala urusan saya beresin termasuk keremu dgn customer yg mau Katalog.
Ternyata, dengan kejadian tertunda ini saya bisa menyelesaikan semua daan

1. Saya ngobrol dgn CS kantor Tri, ngobrol » kalibrasi saya. Alhamdulillah
2. Saya dapet untung 8ribu jualin tahu. Alhamdulillah
3. Ada yang bayar hutang 150ribu. Alhamdulillah
4. Makan siang nikmat di tempat favorit,Alhamdulillah
5. Ketemu dengan kakek renta penjual pisang kepok, bisa membantu dgn membeli semua pisang yg dijualnya. Alhamdulillah...
6. Diberi teguran "jangan pernah menilai orang dari luar saja" oleh Allah dgn kejadian ketika perpanjang STNK. Alhamdulillah
7. Diberi jalan untuk menjadi konsultan secara tidak langsung oleh teman yg butuh bantuan. Alhamdulillah
8. Punya temen ngobrol di bis dgn seorang ibu2 paruh baya, mengenal sampai tukeran no hp. Mendengar ceritanya yg menambah lagi teguran buat saya karena terlalu santai dan jauh dengan Allah. Astagfirullah, Alhamdulillah sudah dikasih kesempatan berkenalan dgn ibu ini.

Ya Allah, semua kejadian ini benar-benar saya sadari kalau ini adalah kehendakMu agar saya diingatkan lagi tentang :
Ibadah, perlakuan ke Ibu, memperlakukan anak.
Saya benar2 diingatkan lagi, bersyukur padamu Ya Allah saya Sehat, Anak sehat, Ortu ada dan Sehat.
Terima kasih Ya Allah, nikmatMu ini luar biasa.
Tidak ada kejadian yang tidak bermakna, semua hanya Engkau Yang Maha Mengetahui

Follow @novizivanna
pin 25A92E01
whatsaap/Line 081912818783
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Posesif

POSESIF

Sebenernya istilah itu udah tidak asing didengar.
- Pacar posesif
- Istri posesif
- Suami posesif
- Ibu posesif

Umumnya posesif itu hanya diterapkan dalam hubungan antara laki dan perempuan, entah itu masa pacaran atau rumah tangga.
Tetapi kalau seandainya ada Ibu Posesif artinya seorang Ibu yang tidak mau jauh dan selalu mau tau anaknya pergi. Lho itu hal yang biasa (lumrah) tapi kenapa istilahnya jadi ga biasa?

Ini sy sadari karena saya punya teman dan dia sangat tidak mau jauh dari anaknya, kemanapun dibawa.
Sama! Sayapun begitu, apalagi dengan kondisi tidak ada pembantu/pengasuh.
Bukan tidak ada, tapi Tidak Mau
Alasannya? Tidak mau anak menjadi Anak pengasuh

Posesif bukan berarti membatasi gerak anak (khusus untuk Ibu Posesif).
Kebersamaan dengan Anak itu luar biasa indah.
Masa keemasan anak yang tidak akan terulang lagi. Tumbuh kembangnya, perkembangan cara berfikirnya. Sayang sekali kan kalau itu menjadi masa indah bareng pengasuh karena keegoisan seorang Ibu yg harus kerja demi keluarga. Mengorbankan waktu banyak dgn anak untuk mencari penghasilan yang nantinya (katanya)buat anak juga.

Kadang memang dilematis.
Butuh uang, butuh kebersamaan dengan anak, butuh pendidikan yang memadai dengan anak. Jawabannya yaa harus bantu suami kerja

Kerja itu melakukan suatu usaha dan dibayar. Nah apa bedanya sama USAHA jualan, bisnis,dll. Dapet uang juga kan?

Jadi,
Saya sangat Bangga dengan sebutan Ibu posesif seandainya istilah itu ada.
Saya sangat tidak apa apa dibilang Ibu Posesif jika anak saya bisa menjadi apa yg ia inginkan.
Saya bahagia sebagai Ibu Posesif.

Karena itu, saya sangat senang menjalani bisnis online darimana saja, dimana saja dan kapan saja.
Saya punya bisnis Hebat dan punya Kebebasan Waktu

#ILoveZiva
#ILoveOriflame
#ProudToBeMom

Follow @novizivanna
pin 25A92E01
whatsaap/Line 081912818783
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Join ORIFLAME sekarang juga!!

Name:
Email Address:
Name Facebook/Twitter
Tempat/Tanggal Lahir
NO KTP/SIM/PASPOR
NO NPWP (Optional)
Alamat Rumah/Kantor (Untuk menerima Stater Kit dan Produk Oriflame)
No Telpon Rumah/Kantor
No HP
No Rekening
Nama Rekening
BANK
Cabang/Kota

This form powered by Freedback