Beberapa
hari lalu pernah nih coba prospekin teman via chat aja. Berharap ada
tanggapan positif (meskipun ga mesti join yaaa) paling gak ada kesamaan
visi. Tapi boro2 kesamaan visi, malah ujug2 menjustise HARAM! RIBA! cuma
NGUNTUNGIN UPLEN! bla bla bla dehhh.... sampek pontang panting bersilat
jempol *secara kan ga ngomong langsung jadi yg sibuk ya jari dan jempol
dah yg gempor wkwkwkw :D*. Coba apa katanya nih yg menurut dia HARA:
HANYA NGUNTUNGIN UPLEN YG DIATAS.
Wah
ini sih ketwain aja deh tuh orang . Kok ya bisa ngomong gitu sblm tau
sistemnya. Siniii belajar dulu sistem oriflame, baru ngomong. Di
Oriflame tuh ga menganut kaki seimbang, ga menganut money game, bukan
arisan berantai.... siapa yg bekerja keras maka dia akan mendapat hasil
yang pantas sesuai kontrak kerja ama Oriflame. Even dia donlen kalo
lebih rajin bisa aja tuh uplennya dilibas!!. Masih mau bilang kalo uplen
yg paling untung ???
BONUS UPLEN PALING GEDE SEDANGKAN YG KERJA DONLENNYA.
woiiiii,
pliss deh, orang kerja kantor aja, yg gajinya paling gede ya
Direkturnya kaliii. Secara dia yg paling dulu , dia yg membangun
perusahaan dari NOL BESAR sampek jadi bonafid ya pantes dunk kalo dia
gajinya paling besar. Emangnya bisa disamain gaji Direktur ama OB? 'Gaji
Direktur mah emang udah gede segitu dari dulu' wkwkwkw nih dia yg
ngomong berarti karyawaan oneng, Mana ada Gaji direktur ga nambh2 sejak
awal dia punya perusahaan??? PAsti deh yg namanya Boss udah punya
fasilitas mobil, rumah, segala urusan dibayarin kantor.Jadi wajar dunk
Kalo Uplen kita Bonusnya lebih besar, kan dia udah lebih dulu kerja
keras, dia yg susah payah membangun jaringan, dia yg susah payah
membina. Kalo kita mau dapet bonus seperti uplen ya tiru aja kerjanya
uplen, duplikasi tuh semua ilmunya dia. Pasti kita juga sampe ke
levelnya dia.Dan tolong dicatet ya, kalo di BossFam itu Uplennya very
very down to earth, buktinya masih mau bantuin donlen mrospek, masih mau
ngajarin donlennya biar pinter.Untuk jasa sang upline membangun grup
tersebut, upline hanya diberikan passive income yang sudah ditentukan
persennya. Jadi, gak ada yang namanya eksploitasi atau kezaliman,
semuanya adil, transparan dan jelas
DONLEN DIPERBUDAK UPLEN
Duduudhhhh
mo marah aja nih ama orang yg ngomong gini. Gimana enggak ,bapak
sendiri kan karywan, apa enggak diperbudak Bossnya? disuruh lembur,
disuruh ngerjain ini itu, dimarah2in kalo kerja ga bener, kadang2
disuruh ngerjain kerjaan yg bukan kerjaannya, kalo nguntungin perusahaan
pun apa selalu dikasih reward??? Enggak juga tuh!!Gajinya apa
ditambahin??? Kalo mau gw bilang berarti karywan juga haram dunk ,kan
diperbudak Boss nya? hayoooo....Kalo di Oriflame, emang ada yg ngatur
jam kerja lo? ada yg marah2in kalo lo ga lembur? disini tuh jam kerja
suka2, suka2 juga lo mau bonus yg mana, kalo lo rajin dapet deh tuh CASH
REWARD - JALAN2 KELUAR NEGRI GRATIS- MOBIL, kurang enak apa lagi? masa
iya sih dikasih reward begitu keren nya karena lo mau diperbudak?
PRODUKNYA BUKAN PRODUK YG DIBUTUHIN alias BELI GA BUTUH.
wkwkwkkw
kalo alasan yg ini bikin gw tambah yakin kalo yg underestimated ini
pasti orang yg ga pernah mandi! ya iyalahhh, dia tau ga sih produknya
oriflame tuh produk toiletries yg sehari2 dipake, selama ada orang pasti
sehari2 dia mandi, shampoan, sikat gigi. nah berarti pake dunk yg
namanya sabun, shampo, bedak, odol, dll. Jadi apa alasannya kalo bilang
produknya ga dibutuhin?
BELI PRODUK TAPI KARENA ADA NGAREP BONUS
Niih
gini deh, coba tanya istri dirumah ya pak, kalo lagi belanja bulanan
sabun ada bonus odol diambil ga tuh kira2 barang? kalo ada dipajang
shampo berhadiah sikat gigi diambil ga tuh? Rinso berhadiah pelembut
pakaian kira2 diambil gaaa??? Tanya deh emak2 mana yg ga bakal ambil tuh
promo? KENAPAAAA? Karena nyari hematnyaaa kannnn? nyari bonusnya
kannnn??? Dengan dapet bonus artinya dapet deh kebutuhan lain tanpa
harus bayar lagi. Apa itu masih dibilang haram???. Makany apak, sekali2
temenin istrinya belanja bulanan biar ngerti, sekali2 tanya istrinya
berapa sih abisnya buat barang sehari2 itu?.
ada tambahan lagi nih
Untuk
menentukan dan memutuskan apakah bisnis MLM itu haram, ada beberapa
kriteria yang bisa dipakai sebagai tolok ukurnya. Tidak bisa begitu saja
memukul rata bahwa yang namanya bisnis MLM itu pasti haram, karena
sistim tiap perusahaan MLM berbeda-beda. Maka dari itu, suatu perusahaan
MLM bisa dilihat haram tidaknya dari kriteria dibawah ini:
1. Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga)
==>
Oriflame memberikan persentase keuntungan yang jelas kepada semua
Consultantnya. Oriflame membagikan keuntungan yang diperoleh perusahaan
bukan dari bunga, melainkan dari keuntungan penjualan produk nyata
kepada konsumen.
2. Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas)
==>
Kita sebagai Consultant Oriflame, mendapat kontrak yang jelas bahwa
keuntungan dari menjalankan bisnis Oriflame adalah dengan diskon
langsung yang diperoleh dari Direct Selling (selisih harga katalog
dengan harga Consultant). Juga Oriflame memiliki sistem plan yang jelas
dalam sistem MLMnya.
3. Penipuan (Tadlis/Ghisy)
==>
Oriflame berdiri di Swedia tahun 1967, dan di Indonesia pada tahun
1986. Oriflame merupakan pelopor MLM di Indonesia pada waktu itu. Dan
kalau Oriflame pernah melakukan penipuan, pastinya perusahaan ini udah
gulung tikar dari dulu. 22 tahun berada di Indonesia merupakan bukti
yang cukup bahwa perusahaan ini adalah bonafid dan terpercaya.
4. Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktifitas Riil)
==>
Kalo masalah perjudian ini, kayaknya jauh banget ya dari Oriflame.
Apalagi transaksi spekulatif yang gak ada produk riil/nyatanya. Di
bisnis Oriflame, semuanya jelas, ada produk nyatanya, dan keuntungan
didapat oleh Consultant yang BEKERJA, bukan hanya ongkang ongkang kaki
aja. Jadi, gak ada tuh unsur spekulasi dan judi di bisnis ini.
5. Kedhaliman dan Eksploitatif (Dzulm)
==>
biasanya eksploitasi terjadi pada perusahaan yang menerapkan Money
Game/skema piramida. Jadi siapa yang duluan masuk dia yang untung dan
yang dibawahnya yang pontang-panting. Kalau di Oriflame, justru siapa
yang bekerja paling keras dialah yang akan memetik hasil paling banyak.
Oriflame menerapkan suatu sistem plan yang mengatur sampai mana omzet
suatu grup berpengaruh pada uplinenya, pada saat leader grup tsb
mencapai level tertentu, maka putus jugalah pembagian bonus kepada
upline diatasnya. Dan untuk jasa sang upline membangun grup tersebut,
upline hanya diberikan passive income yang sudah ditentukan persennya.
Jadi, gak ada yang namanya eksploitasi atau kezaliman, semuanya adil,
transparan dan jelas.
6. Barang/Jasa yang dijual adalah berunsur atau mengandung hal yang haram
==> Produk Oriflame Alami dari Tumbuh-tumbuhan, insyaAllah terjamin kehalalannya.
Lebih lanjut dalam kutipan konsultasi disebutkan bahwa (yang berwarna hijau adalah tanggapan saya)
“IFANCA
telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh
agama. Dalam edarannya IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti
dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun
menggunakannya yaitu dengan mengkaji aspek:
1.
Marketing Plan-nya, apakah ada unssur skema piramida atau tidak. Kalau
ada unsur piamida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu
diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga
merugikan down line dibawahnya, maka hukumnya haram. ==> Oriflame
tidak menggunakan skema piramida, downline yang paling belakangan
bergabung bisa saja lebih sukses daripada uplinenya, semua tergantung
kepada usaha masing-masing. Seperti contohnya, Cyntia Venika, Consultant
no 1 di Asia bukanlah yang pertama menjalankan bisnis Oriflame tapi
ternyata dia sekarang bisa berada di peringkat no 1 Asia dan no 6 di
Dunia berkat kerja keras dan usahanya sendiri.
2.
Apakah perusahaan MLM, memiliki track record positif dan baik ataukah
tiba-tiba muncul dan misterius, apalagi yang banyak kontroversinya.
==> Oriflame sudah ada di Indonesia sejak tahun 1986 dan terbukti
memiliki reputasi yang baik. Justru di saat krisis dunia spt sekarang
ini dimana banyak perusahaan merumahkan karyawannya, Oriflame malah buka
kantor cabang baru di kota Manado dan negara Kenya.
3.
Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak, dan apakah
produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak. ==>
Oriflame selalu menggunakan saripati alami dalam pembuatan seluruh
produknya. Garansi 100% uang kembali (syarat dan ketentuan berlaku).
Oriflame mempunyai Skincare Guide dan Beauty Academy , Buku dan training
Pengetahuan Produk. Ibarat minum obat dokter, beberapa produk Oriflame
kita perlu ikuti aturan pakai sesuai 'dosis' jenis dan kebutuhan kulit.
Misalkan Body Cream yang seharusnya dipakai di badan, tapi kita pakai di
wajah, terus wajah kita jadi jerawatan, garansi menjadi tidak berlaku.
4.
Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana
dan menganggap bahwa produk tidak penting ataupun hanya sebagai kedok
atau kamuflase, apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya, maka
patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai
judi. ==> bergabung di bisnis Oriflame relatif sangat sangat sangat
terjangkau dibanding dengan perusahaan MLM lain, dan hanya mendaftar
sebagai Consultant tidak akan menjanjikan apa-apa tanpa kerja keras
didalamnya.
5.
Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah
tidak demikian. ==> Oriflame tidak pernah menjanjikan akan kaya
mendadak tanpa bekerja, sebaliknya, tanpa kerja keras dan usaha di
bisnis tidaklah akan berhasil.
Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut:
1.
Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisis penjualan,
disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan
networking atau jaringan dan level, melalui laporan otomatis secara
periodik. ==> Oriflame selalu membagikan Activity Report yang dikirim
ke rumah (atau bisa di print di kantor cabang setiap saat) yang
merupakan laporan aktivitas Consultant bersangkutan secara transparan
dan jelas, serta sistem pembagian bonusnya pun jelas.
2.
Penegasan niat dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung
produk barang ataupun jasa yang bermanfaat, dan bukan permainan uang
(money game). ==> Oriflame sangat jelas produknya, tidak ada
iming-iming apapun di bisnis ini. Produk yang dijual Oriflame pun jelas
manfaatnya, untuk merias diri dan merawat tubuh. Di dalam Islam
disebutkan, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, jadi memakai
produk Oriflame dalam rangka merawat diri dan membersihkan tubuh serta
merias diri, jelas manfaatnya. Kalaupun kita gak pake produk Oriflame
untuk mandi misalnya, ya pasti kita pake sabun merk lain kan? lebih
baik, pake produk Oriflame karena pengeluaran kita terhadap kebutuhan
mandi, bisa menjadi passive income kita di kemudian hari :-)
3.
Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil
(underlying transaction) dan tidak mendorong kepada kehidupan boros,
hedonis, dan membahayakan eksistensi produk domestik terutama MLM produk
asing. ==> Oriflame seperti disebutkan diatas, memakai bahan-bahan
alami yang terjamin kehalalannya Insya Allah. Pemakaian produk Oriflame
hanyalah untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak akan menimbulkan
keborosan atau hedonis. Masalah keborosan atau hedonis, balik lagi ke
manusianya sih kalo menurutku. Semua yang berlebihan tentu tidak baik.
Dan walaupun Oriflame merupakan MLM asing, tapi sangat membumi, berada
di Indonesia selama 22 tahun, membangun kantor-kantor cabang di seluruh
Indonesia, dan membuka lapangan kerja bagi ribuan penduduk lokal.
Kemasan dan produksi produk yang sampai saat ini diimpor langsung dari
luar, memang sudah keputusan Oriflame. Menurut pendapatku pribadi
(IMHO), Oriflame belum mempunyai rencana untuk membangun pabrik di
Indonesia, ini lebih berkaitan kepada image dari produk Oriflame sendiri
dan karakteristik konsumen di Indonesia.. Tidak dapat dipungkiri, bahwa
mindset konsumen Indonesia terhadap “produk asing” lebih terapresiasi
dibanding produk lokal. Made in Swedia atau Made in Italy lebih terlihat
“bonafid” ketimbang Made in Indonesia . Tentu saja bukan berarti
Oriflame tidak menghargai produk lokal, hanya saja keputusan ini
dipertimbangkan untuk kelangsungan bisnis dari ratusan ribu
Consultantnya di Indonesia.
4.
Tidak adanya excessive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang
dijuabelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional.
==> seperti bisa dilihat di tiap katalog Oriflame bahwa produk yang
ditawarkan sangatlah terjangkau. Untuk masalah mark up ini saya tidak
bisa menjawab banyak karena ini merupakan wilayah staff Oriflame untuk
menjawabnya. Tapi, bisa dilihat secara logika apakah barang/produk yang
dijual sesuai dengan harganya atau tidak. Bagi saya, semahal-mahalnya
produk Oriflame, tetap murah untuk ukuran barang IMPOR. Bandingkan saja
dengan produk sejenis di mall-mall :-)
5.
Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak
awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi. ==> Oriflame
menerbitkan Consultant Price List untuk setiap bulannya, dan jika
seorang Consultant melakukan belanja/order, akan diberikan Invoice yang
memuat detil-detil transaksinya secara transparan dan jelas.
6.
Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor ataupun
antara produsen dan distributor, terutama dalam pembagian bonus yang
merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota.” ==> Sudah
disebutkan diatas kalau di bisnis Oriflame tidak ada eksploitasi,
tiap-tiap Consultant memiliki peluang yang SAMA untuk berkembang dan
menjadi sukses. Semua tergantung dari usaha dan kerja keras dari
Consultant yang bersangkutan.
yg mau copas
silahkan, ga di cantumin link jg gpp ko. Karena kita dapet ilmu jg
karena ngopas ilmu orang, ga murni ilmu kita sendiri. Amal jariah ilmu
insyaAlloh pahalanya ga putus2 hehhehe....amin
GO DIAMOND!!!